Sabtu, 02 Oktober 2010

      Rossy, sebuah acara talk show minggu malam yang kali ini, 1 April sungguh berbeda dan menarik, karena menghadirkan seorang sosok yang luar biasa, sosok yang beberapa tahun ini telah menghilang dan memudar dari ingatan kita, namun ia takkan pernah dilupakan. Sang jenius, seorang putra bangsa yang oleh anak didiknya beliau ibarat selebrity di industry pesawat dunia. Siapa lagi kalau bukan Habibie. Berpenampilan sederhana, dan menyenangkan, di Usianya yang sudah senja beliau masih memiliki semangat yang patut menjadi tauladan, sungguh, tak henti-hentinya saya memuji beliau, setelah menyaksikan perbincangan beliau dengan rosy dan sedikit mengenang nostalgia kejayaan bangsa di Tahun 1999 dalam peluncuran N250 Gatot koco, jujur saya sangat bangga menjadi anak Indonesia. 
      Walaupun beliau telah berusia senja 74 tahun, namun rasanya belum ada putra bangsa yang menyaingi beliau dalam hal yang satu ini, apalagi kalau bukan teknologi strategis, atau seorang awam seperti saya lebih mengenalnya dengan tekhnokrat pembuat pesawat, the creator. Sampai-sampai PT. Dirgantara Indonesia tanpa beliau terlihat lesu dan tak ada harapan, harapan itu ada pada seorang Habibi. Beliau juga seorang guru sangat baik, seorang motivator, dan sangat mencintai bangsa ini. Perbincangan tersebut sangat menginspirasi saya, dan saya juga yakin sangat menginspirasi siapa saja yang menontonnya, sayapun ingin berbuat sesuatu untuk bangsa ini, sesuatu yang tak harus dinilai dengan Uang, sesuatu yang harus dimulai dari saat ini juga, bermimpilah dan wujudkanlah mimpi tersebut dengan bermodalkan keyakinan dan ketekunan seperti yang dikatakan Beliau, bahwa “tak ada yang tak mungkin untuk dilakukan”. Siapapun peran anda dalam kehidupan ini, apapun perbedaan yang membalut kulit luar kita, apapun tingkat kemampuan yang diberikan Tuhan pada kita, di manapun bumi Indonesia yang kita pijak, saya percaya, kita memiliki kesamaan yaitu sama-sama mencintai bangsa ini, dan kesamaan untuk ingin berbuat lebih terhadap bangsa ini. Bukan seorang koruptor, seorang penakut yang bersembunyi dibalik kekuasaan orang tua, bukan seorang pelajar yang mengandalkan dukun untuk menjawab soal, bukan seorang pecundang yang diam saja akan perlakuan Negara lain, bukan seorang pengangguran yang cepat menyerah, bukan seorang penjilat yang pandai, bukan orang bodoh yang mudah di tipu oleh scenario media, bukan bukan belagak selebrity yang sekedar eksis , BUKANNNNN…..cukup sudah. 
Tentang N250 gatot koco, sebuah kebanggaan Indonesia, pesawat yang tanpa uji coba langsung diterbangkan di depan pemimpin negara-negara dunia, dan berhasil dengan sangat baik. Sebuah cita-cita tertinggi yang terwujud, sebuah maha karya yang dibuat oleh tangan terampil putra indoensia sendiri. Sebuah jawaban atas usaha dan kerja keras tim anak bangsa, namun akhirnya harus pupus karena kebijakan politis. Sebagai seorang awam dan gaptek, saya tidak terlalu mengikuti perkembangan ini, ketika uji coba pesawat tersebut saya baru berusia belasan, namun anehnya sampai sekarang saya tak pernah mendengar hal tersebut. 
Sedih, itulah kata yang diucapkan beliau ketika menyaksikan nasib bangsa ini sekarang, nasib PT. Dirgantara Indonesia sekarang. Putra putri Indonesia berbakat harus bekerja di luar negri karena disini tak mendapat sesuatu yang setimpal dan layak. Mereka harus mengabdi pada Negara lain demi sesuap nasi. Namun menurut salah seorang murid Habibi, keinginan untuk kembali selalu ada…..Acara ini membuat saya sangat terharu, bagaimana tidak kita adalah bangsa yang besar dan kaya, kaya akan sumber daya alam, kaya akan manusianya, namun sebenarnya apa yang pelu kita butuhkan untuk meraih kembali kejayaan dan martabat bangsa?.. 
Jangan mudah tertipu sobat, tertipu dan terlena dengan buaian mimpi. Cepatlah bangun dan bergegas. Saya akan mencoba melihat dari sudut pandang saya sendiri, seorang ibu muda yang memiliki anak berusia 1,5 tahun yang menetap di ujung timur bumi Indonesia ini, tepatnya di salah satu kota yang saya sendiripun tak tahu apa pandangan saudaraku dari luar papua terhadap kota ini, tempat sebuah persembunyian kekayaan alam atau kah kota yang selalu rusuh, atau masyarakatnya yang masih tertinggal, apapun pandangan yang berbeda, namun saya tetaplah mencintai kota kecil ini. Timika. Memang bukan kota kelahiran saya, tetapi disinilah nafas bagi saya, disinilah semua kenangan itu bermula. Kota yang masih butuh banyak sentuhan kreatif dari tangan terampil putra putri bangsa. 
       Dari sudut pandang saya, Menjadi ibu, bukanlah hal yang mudah, percayakah kamu bahwa menjadi Ibu sama rumitnya dengan membuat pesawat? Sama besar tanggungjwabnya? Membuat pesawat tentu dengan tujuan mulia yaitu untuk membawa manusia didalamya, tetapi menjadi Ibu, adalah lebih mulia lagi dan sangat penting karena harus menciptakan, mendidik anak-anak menjadi seorang pembuat pesawat, seorang pengendara pesawat, atau lebih tepatnya mendidik seorang manusia menjadi seseorang yang bisa dibanggakan….
Sekali lagi, Habibi sumber inspirasi saya, untuk mendidik anak saya kelak. Sebelum mendidiknya sayapun harus belajar banyak. Bukan hanya sekedar tinggal dirumah, masak, mencuci layaknya ibu rumah tangga dalam pandangan kuno masyarakat kita (tapi itu juga penting lho). Bahkan ketrampilan sebagai seorang ibu rumah tangga dalam menjalankan pekerjaan rumah tangga dibutuhkan manajemen dan ilmu pula….Begitu juga mendidik anak. Sobat, hal ini membuat saya bergairah untuk berpikir lebih keras, apa yang harus saya lakukan? Sebenarnya begitu banyak referensi yang dapat kita rujuk baik dari segi Agama maupun dari buku, konsultasi, internet. Intinya ada pada kita sendiri, saya akan berbagi seiring dengan pengalaman saya, dan saya harap siapapapun anda yang membaca tulisan ini dapat berbagi dengan saya, terutama dalam hal mendidik anak dan peduli pada bangsa ini dengan mempersiapkan generasi mendatang, yah, generasi anak-anak kita yang pada jamannya nanti tentu akan lebih menantang dari jaman kita sekarang.
Hidup Habibi…
I love Indonesia…





1 komentar:

  1. Asalamu alaikum

    Thank you for sharing your wonderful blog, feel free to comment/follow my blog, latest bloglet 'The Intelligent Hare' stay blessed.

    BalasHapus