Assalam……
Wahai kaum hawa……
Pilih mana, cantik tapi bodoh , tampang pas-pasan tapi pintar, manis parasnya tapi etikanya jongkok, lembut tapi plin plan, terampil tapi pelit, ga cerewet lumayan cantik tapi malas, hahahahaha…pasti susah milihnya……tapi kalo ini, sholehah, cantik, rajin, baik hati, cerdas, dermawan, tegas, supel, ga cerewet, pintar masak, lembut, dan………pilihan terakhir ini pasti ga ada yang nolak…hehehe, tapi kalo mau jadi wanita pilihan terakhir ini harus bisa tekun, sabar, belajar giat, rajin Ibadah, banyak baca buku dan diskusi, pantang malas, optimis, berat syaratny??, kalo ga ada syarat ini maka anda jauh dari pilihan terakhir ini , tapi tenang dulu, Allah Maha Adil, maka manusia tak ada yang sempurna, justru ada kelebihan dan kelemahannya. Jeleknya wanita suka aja iri dengan kelebihan sesama kaumnya, wanita yang berkulit hitam berusaha segala cara untuk memutihkan kulitnya, yang bertubuh pendek melakukan segala cara untuk bisa tinggi, yang gemuk mau kurus, yang kurus mau berisi, tapi kok susah ya…karena masih kurang berusaha, lebih banyak usaha mikirnya dari pada usaha action-nya….lebih banyak ga komitmennya dari pada konsistennya.
Wanita selalu membandingkan kelemahan dirinya dengan kelebihan sesama kaumnya, yah pasti kalah telak dong……………tapi sebenarnya aku juga wanita yang percaya bahwa tidak semua wanita seperti ini, dan memang sudah seharusnya wanita tidak begini (tidaklah menjadikan kelemahan sebagai momok yang menghantui pikirannya). Banyak wanita yang luar biasa dan sangat berdedikasi bahkan melebihi pria sekalipun. Hanya saja, wahai kaumku kita harus mengakui bahwa kita berbeda dari pria, kita punya sesuatu yang special yang ga pria punya. Kita beda dari fisik, perasaan, keadaan psikis dengan mereka, karena kita punya fungsi dan peran berbeda juga dengan pria. Contohnya nie, sendok dan garpu sama-sama alat untuk makan, tapi sendok punya fungsi yang beda dengan garpu walaupun punya kedudukan yang sama. Setiap benda diciptakan beda karena punya fungsi dan peran yang beda. Kursi untuk diduduki, pisau untuk memotong, jadi pria dan wanita itu memang berbeda kita diciptakan untuk saling melengkapi, saling bekerja sama.
Peran dan fungsi wanita sangatlah banyak, namun satu yang pasti adalah menjadi seorang Ibu, mungkin ada beberapa golongan wanita yang menolak takdir ini bahkan menentangnya, tapi sangat tidak dipungkiri bahwa setiap wanita sangat bahagia menjadi seorang Ibu. Menjadi Ibu tidak semudah yang dibayangkan, siapa bilang menjadi ibu tak butuh belajar bagaimana menjadi ibu yang baik? Ibu butuh ilmu untuk menjalankan peran dan fungsi dalam mengemban tugas keibuannya. Dia akan mengandung seorang anak manusia sebagai generasi penghuni bumi yang harus berkualitas, bukan itu saja, dia harus merawat dan membesarkannya, yang lebih penting adalah mendidiknya, disinilah peran yang sangat penting, oleh karena itu jangan remehkan peran yang satu ini. Ibu akan menularkan semua yang ada pada dirinya untuk anaknya, maka kau akan percaya bahwa seorang anak yang jenius, berbakat, manis, sholehah, pasti memiliki ibu yang juga sama. Tapi peran ayah juga sangat menentukan lho dalam hal ini…….(tapi kan lagi ngebahas ibu aja) hehehe
Quraish Shihab, mengatakan bahwa wanita harus bisa menentukan kadar dirinya. Jangan sampai kadar itu terlalu berlebihan dan jangan sampai pula kurang. Sekarang pertanyaannya adalah, bagaimana mengetahui kadar kita? Apakah kadar yang aku tetapkan sekarang sudah sesuai denganku? Terus terang pertanyaan itu sulit kujawab….(ada yang mau berbagi? ), tapi, jangan khawatir kita dapat mengetahui kadar kita ini dengan merujuk pada standar yang kita percayai. Sumber rujukan standar kita dapat kita peroleh dari mana saja, bisa dari Ibu kita juga, dari buku-buku rujukan, jangan lupa dari Kitab Alquran (bagi yang muslim), dari wanita-wanita yang memberi inspirasi hidup…itu memberikan peta untuk mencarinya, mencari sumber ilmu, oleh karena itu wahai kaumku…ayo kita jangan pernah berhenti untuk belajar, apalagi merasa tak perlu belajar……..
Wahai kaumku….
Sebenarnya dunia ini ada di tangan kita, kita bisa merubah nya dengan mendidik anak-anak yang berkualitas untuk mewarnai kebangkitan negri ini dari keterpurukan…..Ayo semangat ibu-ibu (ibu muda, calon ibu, ibu 2 anak, ibu 3 anak, hehehehe)
wassalam

Tidak ada komentar:
Posting Komentar